Perbedaan WFH, WFA, Hybrid, dan WFC: Mana yang Terbaik untuk Anda? – Era semakin berubah, saat ini pola mencari uang pun otomatis juga berubah bagaimana tidak yang dulunya mungkin untuk menyelesaikan suatu urusan kita diharuskan untuk bertatap muka secara langsung berinteraksi secara nyata dalam ruang dan waktu yang secara terbatas. Namun kini lain lagi konteksnya kita tidak harus secara langsung bertatap muka dengan pihak lain untuk bisa menyelesaikan suatu urusan dengan adanya kehadiran teknologi dan informasi terkini semuanya berubah drastis.

Pada saat ini tidak ada batasan ruang dan waktu yang membatasi antara kedua belah pihak dalam menjalin sebuah relasi apapun itu. Bahkan antar pulau dan benua saja kita berinteraksi dengan adanya teknologi mutakhir saat ini dalam waktu cepat dan singkat. Seiring berjalannya waktu dengan adanya kemudahan aksesibilitas ini secara tidak langsung menciptakan pola kebiasaan bekerja baru di era digital ini.

Ditambah lagi setelah kejadian pandemi virus corona beberapa tahun silam tersebut hmm bisa dipastikan semakin terbentuk pola bekerja yang semakin beragam di kalangan dunia professional terutama yang bergerak di sektor teknologi dan informasi. Konon katanya muncul sistem kerja ini dari beberapa sumber mengadopsi dari perusahaan yang levelnya sudah multinasional/bonafide.

Mungkin beberapa diantara kita yang pernah atau sedang menjalani sistem bekerja dengan model WFH atau malah WFA yang sudah banyak sekali diterapkan pada sektor teknologi manapun dari sektor startup maupun korporat. Dari beberapa kacamata orang awam saat ini masih banyak yang memandang sebelah mata sistem kerja tersebut, ada yang beranggapan ngapain itu di kamar tidak pernah keluar rumah cuma main laptop seharian penuh.

1. Work From Home

Beberapa mereka tidak menyadari bahwa apa mereka lakukan itu sedang menjalankan sistem kerja secara WFH yang artinya kita bekerja dari rumah yang kebanyakan saat ini beberapa kalangan menyebutnya dengan istilah remote working. Untuk persyaratan menjalankan sistem kerja ini kita tidak perlu melakukan perjalanan ke tempat kerja, hanya bermodalkan perangkat gawai/gadget seperti laptop, tablet maupun pc serta konektivitas internet yang stabil kita sudah dapat menjalankan WFH (Work From Home) simpel sekali bukan.

Dilain sisi setiap sistem apapun itu ada plus minusnya tanpa terkecuali tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Kelebihan sistem kerja WFH antara lain sebagai berikut :

  • Menghemat biaya operasional harian karena kita tidak perlu mengeluarkan uang untuk keperluan biaya transportasi, makan dll.
  • Bekerja menjadi lebih fleksibel bisa diatur sesuai keinginan para worker, sesuai jam produktif individu.
  • Kehidupan profesional lebih dekat dengan kehidupan personal.

Kekurangan sistem kerja WFH antara lain sebagai berikut :

  • Batasan ruang antara pekerja dengan keluarga bisa mengganggu kinerja harian.
  • Beberapa worker sering mengalami kejenuhan dan kurang termotivasi alhasil produktivitas berkurang.
  • Waktu bekerja menjadi overtime sehingga membuat para worker burnout karena jam kerja tidak teratur.

2. Work From Anywhere

Dan selanjutnya ada lagi sistem kerja yang lebih fleksibel dibandingkan sistem kerja work from home yaitu work from anywhere yang dimana kita bisa bekerja dimana saja tidak seperti pada model sistem WFH yang hanya dibatasi pada lingkungan rumah saja. Dengan sistem kerja WFA ini bisa diibaratkan bekerja sambil liburan ria cukup menyenangkan bukan. Dengan mengaplikasikan sistem kerja ini para worker bisa dengan mudahnya berpindah tempat sehingga kejenuhan di rumah dapat dihindari.

Kelebihan sistem kerja WFA antara lain sebagai berikut :

  • Bisa menyalurkan hasrat bersenang-senang sekaligus meningkatkan produktivitas dalam bekerja.
  • Fleksibilitas menjadi lebih terasa karena bisa bermobilitas tanpa batas dimanapun lokasinya.

Kekurangan sistem kerja WFA antara lain sebagai berikut :

  • Burnout lebih mudah melanda karena bersenang-senang diiringi dengan bekerja.

3. Hybrid

Ada juga sistem kerja gabungan dari kedua hal yang kita bahas diatas untuk istilah kerja tersebut disebut dengan hybrid working, yang dimana sistem kerja ini didefinisikan sebagai sistem kerja campuran antara WFH dan WFO. Untuk sistem kerja hybrid ini lebih fleksibel dibandingkan WFO. Untuk porsi pembagian dari sistem kerja hybrid sendiri bisa jadi 50% wfh : 50% wfo ada juga beberapa korporasi yang mengaplikasikan porsi 60% wfh : 50%wfh.  Sistem ini cukup menguntungkan bagi para worker karena sesekali bisa bekerja dikantor atau lain waktu bisa bekerja dari rumah sehingga kebosanan bisa diminimalisir seketika.

Kelebihan sistem kerja Hybrid antara lain sebagai berikut :

  • Work life balance menjadi lebih balance bagi para worker
  • Menghemat biaya operasional pulang pergi saat WFO
  • Bisa bekerja secara fleksibel karena bisa bekerja di kantor maupun di rumah.
  • Produktivitas meningkat karena bisa berinteraksi secara langsung dengan para worker lain.

Kekurangan sistem kerja Hybrid antara lain sebagai berikut :

  • Apabila lokasi tempat tinggal jaraknya jauh dengan kantor, bisa dipastikan akan banyak mengeluarkan energi apabila mendapatkan giliran WFO.
  • Saat giliran kerja sistem WFH interaksi antar sesama worker menjadi lebih sedikit daripada saat WFO.

4. Work From Cafe

Selain itu ada lagi sistem kerja yang lebih kekinian dan cozy yang sangat cocok sekali untuk para worker milenial dan z, yang dimana kita bisa bekerja dari Coffee shop maupun Cafe fancy. Dengan menjalankan sistem kerja work from cafe para worker lebih fresh dalam menggali ide-ide dan kreativitas dalam meningkatkan produktivitas kerja harian.

Kelebihan sistem kerja Work From Cafe antara lain sebagai berikut :

  • Bekerja dengan sistem work from cafe lebih pada cara mencari suasana yang berbeda misalnya suara mesin kopi, musik yang mendayu dayu dan orang-orang yang bekerja dibalik layar dengan begitu kita akan lebih berfokus dalam bekerja
  • Saat di cafe munculnya ide dan kreativitas akan semakin mengalir deras karena suasana yang tenang dan rileks ditambah dekorasi kafe yang aestetik akan memancing percikan ide yang out the box daripada hari biasanya.
  • Mayoritas para worker di cafe sangat minim sekali berlalu lalang, biasanya mereka lebih banyak berfokus pada proyek yang mereka kerjakan saat itu karena rata-rata mereka bekerja dibalik layar.

Kekurangan sistem kerja Work From Cafe antara lain sebagai berikut :

  • Lebih banyak mengeluarkan budget untuk membeli makanan di cafe tersebut antara lain untuk membeli kopi,roti dll.
  • Koneksi internet di cafe seringkali mengalami naik turun tidak stabil dikarenakan usernya banyak dan tidak ada limitasi.
  • Privasi saat di cafe lebih minim daripada kerja dirumah karena dikelilingi banyak orang asing sehingga kenyamanan dalam bekerja sedikit terganggu.

Itulah beberapa informasi mengenai berbagai macam tipikal kerja di era digital ini, mungkin sobat pembaca juga sedang bekerja dengan salah satu model kerja diatas. Semoga bermanfaat dan membantu postingan pada artikel ini. 

By Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *