Cara Meningkatkan Berat Badan Pada Ayam Broiler

Cara Meningkatkan Berat

Cara Meningkatkan Berat Badan Pada Ayam Broiler – Tidak dapat dipungkiri beternak ayam broiler adalah salah satu jenis ternak dengan waktu panen yang terbilang cepat serta memberikan keuntungan secara berkelanjutan.Akan tetapi, semakin cepat ayam menjadikan adanya pakan menjadi daging maka keadaan ayam semakin menjadi rawan dengan stress berlebih, dimulai dari faktor suhu, cuaca, oksigen, cahaya, kelembaban, minum serta pakan harus dioptimalkan untuk dapat menumbuh kembangkan kemampuan generasi sel-sel pada ayam broiler agar bisa membelah serta membesar secara optimal.

Ketika kita berbicara tentang ayam broiler, sudah pasti para peternak akan memacu serta mengoptimalkan secara baik dari aspek pemeliharaan ataupun manajemen di dalam kandang maupun diluar kandang.Bobot ayam adalah aspek utama yang paling sering dibahas oleh para peternak kepada sesama peternak lainnya. Salah satu faktor kunci keberhasilan dalam usaha peternakan dan kemitraan pada ayam broiler yaitu keberhasilan dalam mencapai bobot badan ayam yang standar bahkan harus lebih dari standar aslinya.

Teknik dalam meningkatkan berat badan pada ayam broiler yang paling efektif yakni dengan memilih pakan yang berkualitas bagus, bibit DOC berkualitas, serta manajemen pemeliharaan yang baik dan benar, selain itu kita bisa juga dengan pemberian multivitamin serta suplemen tambahan lainnya. Untuk usaha peternakan yang melakukan kerja sama dengan kemitraan tentunya bisa menghemat pakan untuk menjadikan output daging semaksimal mungkin sehingga income para peternak ayam broiler juga akan bertambah. Berikut dibawah ini merupakan teknik yang bisa dilakukan untuk meningkatkan berat badan ayam broiler, antara lain sebagai berikut:

 

1. Kualitas DOC

Untuk bibit ayam yang masih DOC harus memiliki berat standar antara kisaran 38-42 gram dengan panjang tubuh minimal 17 cm, sedangkan panjang tubuh ayam optimal yaitu berkisar 21 cm. Selain itu kualitas bibit DOC juga harus sehat serta tanpa adanya cacat fisik pada bibit, sekedar perhatian juga bahwa bukan DOC yang rawan sakit ataupun menderita penyakit genetik seperti misalnya kaki kering dan omphalitis.

Perilaku pada bibit DOC haruslah lincah, aktif, serta responsif lantas kemudian bola mata harus cerah, bulat, serta bersih. Biasanya, bulu DOC yang sehat memiliki tekstur halus, tidak berkerut, berwarna kuning segar, bebas dari kontaminasi kerabang telur, dan panjangnya merata.

Kondisi pusar pada ayam harus bersih, menutup secara sempurna, tidak terdapat sisa tali pusar, serta kering tanpa adanya noda. Pada fase starter DOC ini biasanya harus lebih diperhatikan pada minggu pertama fase pemeliharaan karena seringkali kegagalan dalam masa brooding ataupun minggu pertama bobot badan ayam akan jauh dibawah standar jatuhnya.

 

2. Manajemen Pemeliharaan yang dibutuhkan Ayam

Seperti halnya kenyamanan si ayam, apabila diibaratkan kepada diri kita sebagai peternak, kita pasti akan bertumbuh dan berkembang secara maksimal di dalam rumah yang nyaman tentram. Selain itu manajemen pemeliharaan yang baik meliputi kadar oksigen, cahaya, suhu, air, serta pakan yang bisa menentukan pertumbuhan genetik serta bobot dengan standar serta performa tubuh pada ayam yang kedepannya akan menjadi lebih kuat.

Manajemen pemeliharaan ayam ini juga harus diperkuat dengan menerapkan biosecurity pada area peternakan secara menyeluruh. Berikut dibawah ini merupakan cara yang paling utama pada manajemen dalam kandang ayam:

– Pemilihan bentuk brooding disesuaikan dengan kondisi bentuk kandang ayam.

– Penggunaan model tirai brooding yang sesuai dengan kondisi iklim serta lokasi supaya mendapat kebutuhan asupan oksigen secara optimal.

– Pastikan kebutuhan pakan ataupun feed intake standar per harinya layak terpenuhi dan selalu melakukan perekaman berat badan ayam setiap harinya supaya bisa mengetahui perkembangan  performa secara keseluruhan pada ayam. Apabila mengalami penurunan feed intake maka kita harus segera mencari tahu sumber masalah serta bagaimana cara untuk memperbaiki permasalahan tersebut.

– Pengaturan dan pengontrolan temperatur dalam broodingan harus sesuai dengan kebutuhan menyesuaikan umur ayam.

– Pengontrolan litter untuk meminimalisir kelembaban serta amonia berlebih.

– Penjagaan kepadatan populasi ayam pada brooding dengan pelebaran sekat.

 

3. Kualitas Pakan Ayam

Pakan merupakan sumber nutrisi yang sebanyak 70% akan membantu perkembangan tubuh optimal pada ayam. Pembelahan sel, serta pembesaran sel juga akan berlangsung optimal yang sejalan dengan teknik lainnya. Kualitas pakan dapat dilihat dari beberapa kandungan seperti misalnya kadar protein, kalsium, air, serta kandungan lainnya yang terdapat pada pakan.

 

4. Penyimpanan Pakan Ayam

Dengan memberikan pakan ayam yang berkualitas adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas daging pada peternakan ayam broiler. Akan tetapi, pemilihan pakan saja ternyata kurang menjamin, untuk itu kita juga harus memperhatikan secara detail tempat penyimpanan pakan ayam ternak yang baik. Menghindari penyimpanan pakan pada tempat yang keadaanya panas, sebab cuaca yang panas bisa mengakibatkan kelembaban pada tempat penyimpanan pakan ayam kita.

Pada area yang panas serta lembab akan menyebabkan jamur mudah berkembangbiak pada pakan ayam, di dalam pakan ayam yang sudah berjamur tentu tidak akan memiliki kualitas yang bagus dan memiliki efek beracun pada ternak nantinya. Dan oleh karena itu, kita harus memastikan tempat penyimpanan pakan dalam posisi aman serta terhindar dari area yang suhunya panas.

 

5. Memilih Peralatan Pakan yang Tepat

Untuk memaksimalkan pakan ayam yaitu dengan menggunakan alat pakan yang berkualitas sehingga bisa membantu mempercepat proses pertumbuhan pada ayam. Dengan peralatan pakan yang berkualitas akan meminimalkan jumlah porsi pakan yang terbuang sehingga pemberian pakan sesuai porsinya akan lebih terasa efektif. Dan oleh karena itu para peternak harus pandai-pandai dalam memilih peralatan pakan ternak ayam yang berkualitas walaupun dengan harga yang relatif mahal.

 

6. Penempatan Tempat Minum

Selain peralatan pakan, keberadaan tempat minum juga harus diperhatikan secara seksama terutama untuk letak penempatan tempat minum ayam yang akurat. Apabila terdapat penempatan tempat minum yang terlalu dekat dengan keberadaan tempat pakan ternyata malah bisa menyebabkan air berpindah pada tempat pakan sehingga menyebabkan pakan ayam menjadi lebih cepat membusuk.Pakan yang membusuk sendiri memiliki kualitas rendah yang bisa memperlambat pertumbuhan ayam karena dalam kondisi tidak sehat serta beracun, dan oleh karena itu penempatan tempat minum letaknya harus cukup jauh dari lokasi tempat pakan.

 

7. Penggunaan Vitamin Tambahan

Untuk penggunaan vitamin tambahan biasanya harus sesuai dengan dosis yang tertera, apabila pemberian vitamin disini terlalu banyak ataupun melebihi dosis yang tertera dapat menyebabkan ayam terkena penyakit mencret karena vitamin yang diberikan tidak terserap secara sempurna oleh tubuh ayam.Pada sejatinya tubuh ayam sama seperti tubuh pada manusia, apabila kebutuhan vitamin yang diberikan ataupun dimasukkan sudah dirasa cukup maka yang lainnya akan dibuang otomatis melalui air seni. Hal demikian justru akan menambah kinerja ginjal pada ayam serta akan memperberat apabila memakai obat-obatan dalam waktu secara bersamaan.

Demikianlah beberapa teknik cara meningkatkan berat pada ayam broiler yang bisa dilakukan untuk meningkatkan berat badan pada ayam broiler, semoga informasi pada artikel ini bisa bermanfaat untuk para pembaca semuanya. Terima kasih.

By Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *